Selain berdoa agar Jakarta damai dan bebas korupsi, warga keturunan Tionghoa yang merayakan tahun baru Imlek hari ini juga memiliki harapan tersendiri bagi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Mereka memberikan beberapa pekerjaan rumah (PR) bagi pria yang akrab dipanggil Ahok ini.
"Pokoknya tetap berpegang sama janji-janjinya untuk membuat Jakarta lebih baik," ujar Yenny, salah satu warga Tionghoa, Kamis, (19/2/2015).
Tak hanya itu, Yenny juga berharap agar Ahok segera menyelesaikan proyek mass rapid transit (MRT) di Ibu Kota. "Semoga MRT-nya cepat selesai," ucap Yenny.
Harapan lain datang dari Jodie. Ia ingin agar Ahok tak selalu marah-marah saat menjalankan tugas. Meski demikian, Jodie mengaku salut dengan kerja Ahok selama memimpin Jakarta.
"Semoga Pak Ahok enggak marah-marah mulu biar warga Tionghoa enggak makin disentimen tetapi salut sama kerja keras Bapak," kata Jodie pada Kompas.com.
Sementara Kalvin, berkeinginan agar Ahok lebih memperhatikan objek-objek wisata di Jakarta yang kurang terawat.
"Harapan saya Pak Ahok lebih memperhatikan objek wisata di Ibu Kota yang kurang terawat, seperti Planetarium misalnya," kata Kalvin.
Kamis, 19 Februari 2015
Kuliner Puas di Palembang (Tulisan 38)
Palembang menjadi destinasi wisata kuliner untuk pemenang kuis ‘LEPAS’ (Liburan Sampe Puas) periode Januari 2015, bersama Motion Radio dan TX Travel. Kenapa wisata kuliner? Karena hampir 70 persen agenda berlibur ke Palembang adalah memanjakan lidah dengan kuliner khas Palembang, seperti pempek, pindang ikan patin, tempoyak, mie celor hingga es kacang merah. Perut sepertinya harus siap menerima lonjakan kapasitas.
Tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, kami langsung menuju Museum Balaputra Dewa, untuk mengetahui sejarah Sumatera Selatan khususnya Palembang, mulai dari jaman pra-sejarah hingga revolusi kemerdekaan. Sejumlah peninggalan sejarah seperti artefak, prasasti, koin kuno dan senjata dipamerkan di museum tersebut, meski sebagian peninggalan hanya imitasi lantaran yang asli telah dipindahkan ke Museum Nasional di Jakarta.
Petualangan kuliner dimulai dari Rumah Makan Sri Melayu, yang khusus menyajikan kuliner khas Melayu. Sambal tempoyak (sambal duren), sambal mangga, brengkes tempoyak ikan patin, ikan goreng belida dan tentu saja pindang ikan patin, tersaji di rumah makan yang diklaim menyajikan kuliner khas melayu terbaik.
Bagi penyuka duren, tentunya tidak akan melewatkan untuk mencicipi sambel tempoyak dan juga brengkes tempoyak ikan patin. Brengkes tempoyak mirip dengan pepes yang dibungkus dengan daun pisang. Ketika dibuka langsung menyembul wangi sambal duren berwarna oranye yang membalur daging ikan patin. Rasanya agak pedas, asam dan pastinya enak dimakan dengan nasi hangat.
Begitupun dengan pindang patin. Kuliner khas melayu ini sangat segar kuahnya dan tidak begitu pedas, karena terdapat irisan nanas, daun bawang, daun kemangi, cabe rawit dan tentu saja ikan patin. Disajikan langsung di wadah kecil dengan penghangat, membuat yang mencicipinya akan terus menyeruput kuahnya hingga tandas.
Tidak hanya di Sri Melayu, kami juga mencicipi sajian ikan patin di 2 restoran yang berbeda, yaitu di Rumah Makan Pindang Yu Kris dan di Rumah Makan Pindang Meranjat Bu Ocha. Jika tidak menyukai pindang ikan patin, bisa juga mencicipi pindang udang satan atau udang gala di Rumah Makan Pindang Yu Kris, dengan sensasi rasa yang tidak kalah nikmatnya dengan ikan patin.
Kami juga tidak melewatkan untuk menikmati Martabak Haji Abdul Razak atau lebih populer dengan nama Martabak HAR 777. Mengapa disertai angka 777? Karena restoran tersebut berdiri sejak 7 Juli 1947 oleh Haji Abdul Razak. Martabak yang terbuat dari adonan tepung plus telor bebek setengah matang, wajib dimakan selagi panas dengan dicocol ke kuah kari. Martabak HAR juga telah banyak ditemui cabangnya di sejumlah kota, termasuk Jakarta.
Ke Palembang jika tidak mencicipi pempek, ya tidak afdol. Selama tiga hari di Palembang, kami juga menyambangi 3 restoran pempek yang dianggap terbaik, yaitu Pempek Beringin, Pempek Sudi Mampir dan Pempek Vico. Semua jenis pempek seperti kapal selam, lenjer, model, kulit, adaan baik direbus, digoreng atau dipanggang tidak terlewatkan di lidah.
Ada perbedaan mencolok saat mencicipi pempek di Jakarta dengan Palembang. Di Jakarta atau mungkin di kota lainnya, umumnya pempek dihidangkan dengan digoreng, kemudian diguyur kuah cuka dengan dilengkapi mie, ketimun dan sejumput ebi. Namun di Palembang, pempek umumnya disajikan dengan direbus tanpa mie dan ketimun. Cara makannya pun pempek dicocol ke kuah cuka dan jika kurang puas, maka kuahnya langsung disruput atau diminum. Maka dari itu disediakan mangkuk kecil untuk menyeruput atau meminum kuah cuka tersebut.
“Pempek yang digoreng sepertinya untuk menyesuaikan selera penikmat pempek. Namun di Palembang, pempek biasanya disajikan dengan direbus dengan mencocolnya ke kuah cuka atau diminum langsung, “ kata Rima, pramuwisata yang menemani kami selama di Palembang.
Pempek juga dianggap sebagai makanan ‘wajib’ oleh orang Palembang mengalahkan nasi. Sarapan pun mereka makan pempek. “Kami (orang Palembang) di sini rasanya seperti belum makan jika lidah belum kena pempek,” tambah Rima.
Petualangan kuliner di Palembang ditutup dengan mencicipi es kacang merah Bang Mamat. Es kacang merah racikan pria asli Betawi ini berisi kacang merah, sedikit santan, sirup, saus cokelat dan es serut. Kesegaran dari es kacang merah ini sangat kesohor, sehingga mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat mengundang Bang Mamat untuk menyediakan es kacang merah, saat mengadakan acara di Istana dan Cikeas.
Selain ke Museum Balaputra Dewa, tempat wisata lain yang wajib dikunjungi adalah Bukit Siguntang, tataran tertinggi di Palembang karena berada di ketinggian 27 meter dari atas permukaan laut, yang diyakini jika nenek moyang orang melayu pertama kali turun di bukit tersebut.
Tidak lupa juga untuk menyusuri Sungai Musi menuju Pulau Kemaro, sebuah pulau kecil yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Jembatan Ampera ini berada di tengah Sungai Musi. Selain terdapat sebuah Klenteng dan Pagoda, yang ramai dikunjungi saat Tahun Baru Imlek untuk beribadah, di pulau ini juga terdapat petilasan seorang putri raja bernama Siti Fatimah dan suaminya seorang saudagar Tiongkok, Tan Bun An, dan dua pengawalnya. Konon, jasad mereka tidak ditemukan saat menyelam di Sungai Musi, untuk menyelamatkan emas dan perhiasan hadiah yang tak sengaja dibuang oleh Tan Bun An.
Tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, kami langsung menuju Museum Balaputra Dewa, untuk mengetahui sejarah Sumatera Selatan khususnya Palembang, mulai dari jaman pra-sejarah hingga revolusi kemerdekaan. Sejumlah peninggalan sejarah seperti artefak, prasasti, koin kuno dan senjata dipamerkan di museum tersebut, meski sebagian peninggalan hanya imitasi lantaran yang asli telah dipindahkan ke Museum Nasional di Jakarta.
Petualangan kuliner dimulai dari Rumah Makan Sri Melayu, yang khusus menyajikan kuliner khas Melayu. Sambal tempoyak (sambal duren), sambal mangga, brengkes tempoyak ikan patin, ikan goreng belida dan tentu saja pindang ikan patin, tersaji di rumah makan yang diklaim menyajikan kuliner khas melayu terbaik.
Bagi penyuka duren, tentunya tidak akan melewatkan untuk mencicipi sambel tempoyak dan juga brengkes tempoyak ikan patin. Brengkes tempoyak mirip dengan pepes yang dibungkus dengan daun pisang. Ketika dibuka langsung menyembul wangi sambal duren berwarna oranye yang membalur daging ikan patin. Rasanya agak pedas, asam dan pastinya enak dimakan dengan nasi hangat.
Begitupun dengan pindang patin. Kuliner khas melayu ini sangat segar kuahnya dan tidak begitu pedas, karena terdapat irisan nanas, daun bawang, daun kemangi, cabe rawit dan tentu saja ikan patin. Disajikan langsung di wadah kecil dengan penghangat, membuat yang mencicipinya akan terus menyeruput kuahnya hingga tandas.
Tidak hanya di Sri Melayu, kami juga mencicipi sajian ikan patin di 2 restoran yang berbeda, yaitu di Rumah Makan Pindang Yu Kris dan di Rumah Makan Pindang Meranjat Bu Ocha. Jika tidak menyukai pindang ikan patin, bisa juga mencicipi pindang udang satan atau udang gala di Rumah Makan Pindang Yu Kris, dengan sensasi rasa yang tidak kalah nikmatnya dengan ikan patin.
Kami juga tidak melewatkan untuk menikmati Martabak Haji Abdul Razak atau lebih populer dengan nama Martabak HAR 777. Mengapa disertai angka 777? Karena restoran tersebut berdiri sejak 7 Juli 1947 oleh Haji Abdul Razak. Martabak yang terbuat dari adonan tepung plus telor bebek setengah matang, wajib dimakan selagi panas dengan dicocol ke kuah kari. Martabak HAR juga telah banyak ditemui cabangnya di sejumlah kota, termasuk Jakarta.
Ke Palembang jika tidak mencicipi pempek, ya tidak afdol. Selama tiga hari di Palembang, kami juga menyambangi 3 restoran pempek yang dianggap terbaik, yaitu Pempek Beringin, Pempek Sudi Mampir dan Pempek Vico. Semua jenis pempek seperti kapal selam, lenjer, model, kulit, adaan baik direbus, digoreng atau dipanggang tidak terlewatkan di lidah.
Ada perbedaan mencolok saat mencicipi pempek di Jakarta dengan Palembang. Di Jakarta atau mungkin di kota lainnya, umumnya pempek dihidangkan dengan digoreng, kemudian diguyur kuah cuka dengan dilengkapi mie, ketimun dan sejumput ebi. Namun di Palembang, pempek umumnya disajikan dengan direbus tanpa mie dan ketimun. Cara makannya pun pempek dicocol ke kuah cuka dan jika kurang puas, maka kuahnya langsung disruput atau diminum. Maka dari itu disediakan mangkuk kecil untuk menyeruput atau meminum kuah cuka tersebut.
“Pempek yang digoreng sepertinya untuk menyesuaikan selera penikmat pempek. Namun di Palembang, pempek biasanya disajikan dengan direbus dengan mencocolnya ke kuah cuka atau diminum langsung, “ kata Rima, pramuwisata yang menemani kami selama di Palembang.
Pempek juga dianggap sebagai makanan ‘wajib’ oleh orang Palembang mengalahkan nasi. Sarapan pun mereka makan pempek. “Kami (orang Palembang) di sini rasanya seperti belum makan jika lidah belum kena pempek,” tambah Rima.
Selain ke Museum Balaputra Dewa, tempat wisata lain yang wajib dikunjungi adalah Bukit Siguntang, tataran tertinggi di Palembang karena berada di ketinggian 27 meter dari atas permukaan laut, yang diyakini jika nenek moyang orang melayu pertama kali turun di bukit tersebut.
Tidak lupa juga untuk menyusuri Sungai Musi menuju Pulau Kemaro, sebuah pulau kecil yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Jembatan Ampera ini berada di tengah Sungai Musi. Selain terdapat sebuah Klenteng dan Pagoda, yang ramai dikunjungi saat Tahun Baru Imlek untuk beribadah, di pulau ini juga terdapat petilasan seorang putri raja bernama Siti Fatimah dan suaminya seorang saudagar Tiongkok, Tan Bun An, dan dua pengawalnya. Konon, jasad mereka tidak ditemukan saat menyelam di Sungai Musi, untuk menyelamatkan emas dan perhiasan hadiah yang tak sengaja dibuang oleh Tan Bun An.
Nutrisi dalam Tempe Dukung Pertumbuhan Bayi (Tulisan 37)
Tempe dianjurkan sebagai makanan pendamping air susu ibu untuk bayi. Hal tersebut didasarkan pada sejumlah riset yang menyatakan bahwa tempe mengandung nutrisi yang bisa mendukung pertumbuhan bayi.
Hal itu dideklarasikan pada penutupan Konferensi Internasional Tempe dan Produk Terkait 2015, Selasa (17/2), di Yogyakarta. Rekomendasi itu dari Komisi Ilmu Rekayasa Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia (Permi), Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (Pergizi Pangan), serta Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI).
”Kami mendeklarasikan tempe baik, aman dikonsumsi, dan berdampak baik bagi gizi dan kesehatan manusia. Kami juga merekomendasikan tempe sebagai makanan pendamping ASI dan bermanfaat untuk dikonsumsi pada usia selanjutnya,” kata anggota Komisi Ilmu Rekayasa AIPI, Purwiyatno Hariyadi.
Rekomendasi tempe menjadi makanan pendamping ASI bagi bayi usia 6-24 bulan itu dihasilkan setelah mencermati sejumlah riset berbagai bidang. Contohnya, PATPI meneliti proses produksi dan keamanan tempe untuk dikonsumsi, Permi meriset ihwal proses fermentasi dalam pembuatan tempe, Pergizi Pangan meneliti kandungan gizi tempe, sedangkan KBI meneliti dan peran tempe bagi kesehatan dari sisi bioteknologi.
Untuk itu, pemerintah diminta mengembangkan pusat riset tempe terintegrasi. Menurut Ketua Komisi Ilmu Rekayasa AIPI FG Winarno, deklarasi tersebut untuk mendukung pengembangan tempe sebagai makanan unggulan Indonesia. Deklarasi dari perhimpunan ilmuwan itu perlu demi menegaskan tempe aman dikonsumsi dan bermanfaat.
Winarno menjelaskan, tempe merupakan makanan penghasil vitamin B12 termurah dan mudah didapat di Indonesia. Sumber makanan lain penghasil vitamin itu adalah daging.
Hal itu dideklarasikan pada penutupan Konferensi Internasional Tempe dan Produk Terkait 2015, Selasa (17/2), di Yogyakarta. Rekomendasi itu dari Komisi Ilmu Rekayasa Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia (Permi), Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (Pergizi Pangan), serta Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI).
”Kami mendeklarasikan tempe baik, aman dikonsumsi, dan berdampak baik bagi gizi dan kesehatan manusia. Kami juga merekomendasikan tempe sebagai makanan pendamping ASI dan bermanfaat untuk dikonsumsi pada usia selanjutnya,” kata anggota Komisi Ilmu Rekayasa AIPI, Purwiyatno Hariyadi.
Rekomendasi tempe menjadi makanan pendamping ASI bagi bayi usia 6-24 bulan itu dihasilkan setelah mencermati sejumlah riset berbagai bidang. Contohnya, PATPI meneliti proses produksi dan keamanan tempe untuk dikonsumsi, Permi meriset ihwal proses fermentasi dalam pembuatan tempe, Pergizi Pangan meneliti kandungan gizi tempe, sedangkan KBI meneliti dan peran tempe bagi kesehatan dari sisi bioteknologi.
Untuk itu, pemerintah diminta mengembangkan pusat riset tempe terintegrasi. Menurut Ketua Komisi Ilmu Rekayasa AIPI FG Winarno, deklarasi tersebut untuk mendukung pengembangan tempe sebagai makanan unggulan Indonesia. Deklarasi dari perhimpunan ilmuwan itu perlu demi menegaskan tempe aman dikonsumsi dan bermanfaat.
Winarno menjelaskan, tempe merupakan makanan penghasil vitamin B12 termurah dan mudah didapat di Indonesia. Sumber makanan lain penghasil vitamin itu adalah daging.
Pohon dan Kicauan Burung Bisa Hilangkan Stres (Tulisan 36)
Duduk terus menerus di belakang meja dengan tatapan mata tertuju pada layar monitor komputer selama beberapa jam, tentu membuat Anda tidak nyaman. Selain itu, duduk tanpa jeda seringkali bisa merusak kesehatan.
Mata lelah, gangguan pernafasan, nyeri otot dan tekanan darah tinggi adalah beberapa penyakit yang sering dikeluhkan pekerja kantoran.
Untungnya, ada cara untuk mengatasi dampak negatif duduk berjam-jam di kantor dengan cara yang benar-benar alami. Caranya, bangun penghijauan di sekitar halaman kantor.
Suplai udara segar dari pepohonan dan rerumputan itu tidak hanya memberikan manfaat penyembuhan beberapa gangguan muskuloskeletal yang berhubungan dengan pekerjaan, juga merupakan tempat perlindungan untuk mengisi ulang energi, dan bersantai.
Mulailah rancang kantor Anda dengan membangun penghijauan di depan, samping atau belakang kantor. Bahkan, penghijauan bisa juga ditempatkan di dalam ruangan dengan konsep serba terbuka.
Enam alasan berikut mungkin bisa meyakinkan Anda untuk segera melakukannya:
1. Hijau adalah warna yang menenangkan
Berada di tengah spektrum hijau adalah keseimbangan. Oleh karena itu, hijau membantu mata Anda cepat pulih dari ketegangan.
Kelelahan mata adalah masalah yang banyak dialami pekerja kerah putih karena berjam-jam berada di depan komputer. Untuk menghindari miopia atau penyakit terkait seperti migren dan depresi, kelilingi diri Anda dengan tanaman hijau.
Jika Anda tidak dapat mengambil istirahat sejenak menatap tanaman hijau di kantor, bisa melakukannya di rumah.
2. Penghijauan luar ruang sembuhkan penyakit
Para peneliti menemukan hasil bahwa duduk untuk waktu yang lama sangat tidak baik, karena rentan diserang sejumlah penyakit kronis seperti kanker, diabetes dan penyakit jantung karena tidak aktif dan rendahnya tingkat pengeluaran energi.
Anda juga rentan terhadap gangguan yang berhubungan dengan pekerjaan muskuloskeletal pada bagian tubuh seperti leher, bahu, siku, tangan dan pergelangan tangan, serta punggung.
Hentikan efek negatif tersebut dengan pergi keluar ruangan untuk mendapatkan penghijauan. Nyeri otot sembuh setelah berolahraga atau hanya sekadar jalan-jalan menikmati udara segar dan penghijauan.
3. Hentikan penggunaan AC untuk sementara
Detoksifikasi diri dari pengatur udara (AC) yang bekerja konstan, dapat memperburuk kondisi pernapasan, menghisap kelembaban dari kulit dan rambut, dan menyebarkan penyakit.
Untuk memerangi semua udara buruk yang Anda hirup, kembalilah ke rumah yang dikelilingi oleh pohon-pohon dan udara segar. Pohon dan udara segara adalah AC alami. Mereka menyerap bau, dan gas polutan.
Menurut temuan NC State University, penguapan dari satu pohon dapat menghasilkan efek pendinginan setara 10 AC kamar yang dapat beroperasi 20 jam sehari.
4. Pohon dapat menyegarkan pikiran, tubuh, dan jiwa
Studi JurnalEpidemiologi dan Kesehatan Masyarakat mengungkapkan bahwa orang yang tinggal dekat dengan ruang hijau mengalami sedikit kecemasan dan depresi daripada mereka yang tinggal jauh dari ruang hijau.
Stres karena pekerjaan bisa disembuhkan melalui kekuatan penyembuhan dari alam. Karena hijau adalah warna yang menyegarkan, membuka diri untuk kehijauan akan menciptakan keajaiban bagi kesehatan Anda secara keseluruhan.
5. Penghijauan adalah pembangkit semangat
Apakah Anda pernah memiliki pekerjaan menumpuk, namun tidak bisa menyelesaikannya? Mungkin Anda perlu perubahan denah ruang atau pun dekorasi interior dengan konsentrasi elemen hijau dari pohon dan tanaman.
Melangkah keluar ruangan untuk menghirup udara segar, mendengar burung berkicau, mengistirahatkan mata dan pikiran dengan melihat tanaman hijau subur, akan memicu aktivitas otak yang berbeda sekaligus membangkitkan indera.
Itulah mengapa banyak pengelola gedung perkantoran mencoba untuk meniru lingkungan alam seperti menggabungkan estetika zen dengan menambahkan tanaman pot. Namun, hal itu tidak dapat mengalahkan manfaat alami berada di tengah-tengah pepohonan dan tanaman hijau.
6. Pohon mendatangkan kicauan burung
Burung yang berkicau tidak sepenuhnya buruk. Pada kenyataannya, kicauan burung memiliki efek positif pada aktivitas otak manusia.
The National Trust menunjukkan bahwa orang yang mendengarkan kicauan burung selama beberapa menit dalam sehari meningkatkan perhatian dan kreativitas serta menenteramkan hati.
Ahli suara, Julian Harta, mengatakan, mendengarkan kicauan burung sama halnya dengan mereka ulang telinga dan memungkinkan kita untuk mendengar dengan lebih baik.
Bukti yang diterbitkan pada tahun 2006 oleh American Journal of Physiology juga menunjukkan bahwa kicauan burung merupakan stimulus untuk menengahi ritme sirkadian manusia. Hal ini berarti bahwa suara memiliki efek posotof langsung pada suasana hati.
Mata lelah, gangguan pernafasan, nyeri otot dan tekanan darah tinggi adalah beberapa penyakit yang sering dikeluhkan pekerja kantoran.
Untungnya, ada cara untuk mengatasi dampak negatif duduk berjam-jam di kantor dengan cara yang benar-benar alami. Caranya, bangun penghijauan di sekitar halaman kantor.
Suplai udara segar dari pepohonan dan rerumputan itu tidak hanya memberikan manfaat penyembuhan beberapa gangguan muskuloskeletal yang berhubungan dengan pekerjaan, juga merupakan tempat perlindungan untuk mengisi ulang energi, dan bersantai.
Mulailah rancang kantor Anda dengan membangun penghijauan di depan, samping atau belakang kantor. Bahkan, penghijauan bisa juga ditempatkan di dalam ruangan dengan konsep serba terbuka.
Enam alasan berikut mungkin bisa meyakinkan Anda untuk segera melakukannya:
1. Hijau adalah warna yang menenangkan
Berada di tengah spektrum hijau adalah keseimbangan. Oleh karena itu, hijau membantu mata Anda cepat pulih dari ketegangan.
Kelelahan mata adalah masalah yang banyak dialami pekerja kerah putih karena berjam-jam berada di depan komputer. Untuk menghindari miopia atau penyakit terkait seperti migren dan depresi, kelilingi diri Anda dengan tanaman hijau.
Jika Anda tidak dapat mengambil istirahat sejenak menatap tanaman hijau di kantor, bisa melakukannya di rumah.
2. Penghijauan luar ruang sembuhkan penyakit
Para peneliti menemukan hasil bahwa duduk untuk waktu yang lama sangat tidak baik, karena rentan diserang sejumlah penyakit kronis seperti kanker, diabetes dan penyakit jantung karena tidak aktif dan rendahnya tingkat pengeluaran energi.
Anda juga rentan terhadap gangguan yang berhubungan dengan pekerjaan muskuloskeletal pada bagian tubuh seperti leher, bahu, siku, tangan dan pergelangan tangan, serta punggung.
Hentikan efek negatif tersebut dengan pergi keluar ruangan untuk mendapatkan penghijauan. Nyeri otot sembuh setelah berolahraga atau hanya sekadar jalan-jalan menikmati udara segar dan penghijauan.
3. Hentikan penggunaan AC untuk sementara
Detoksifikasi diri dari pengatur udara (AC) yang bekerja konstan, dapat memperburuk kondisi pernapasan, menghisap kelembaban dari kulit dan rambut, dan menyebarkan penyakit.
Untuk memerangi semua udara buruk yang Anda hirup, kembalilah ke rumah yang dikelilingi oleh pohon-pohon dan udara segar. Pohon dan udara segara adalah AC alami. Mereka menyerap bau, dan gas polutan.
Menurut temuan NC State University, penguapan dari satu pohon dapat menghasilkan efek pendinginan setara 10 AC kamar yang dapat beroperasi 20 jam sehari.
4. Pohon dapat menyegarkan pikiran, tubuh, dan jiwa
Studi JurnalEpidemiologi dan Kesehatan Masyarakat mengungkapkan bahwa orang yang tinggal dekat dengan ruang hijau mengalami sedikit kecemasan dan depresi daripada mereka yang tinggal jauh dari ruang hijau.
Stres karena pekerjaan bisa disembuhkan melalui kekuatan penyembuhan dari alam. Karena hijau adalah warna yang menyegarkan, membuka diri untuk kehijauan akan menciptakan keajaiban bagi kesehatan Anda secara keseluruhan.
5. Penghijauan adalah pembangkit semangat
Apakah Anda pernah memiliki pekerjaan menumpuk, namun tidak bisa menyelesaikannya? Mungkin Anda perlu perubahan denah ruang atau pun dekorasi interior dengan konsentrasi elemen hijau dari pohon dan tanaman.
Melangkah keluar ruangan untuk menghirup udara segar, mendengar burung berkicau, mengistirahatkan mata dan pikiran dengan melihat tanaman hijau subur, akan memicu aktivitas otak yang berbeda sekaligus membangkitkan indera.
Itulah mengapa banyak pengelola gedung perkantoran mencoba untuk meniru lingkungan alam seperti menggabungkan estetika zen dengan menambahkan tanaman pot. Namun, hal itu tidak dapat mengalahkan manfaat alami berada di tengah-tengah pepohonan dan tanaman hijau.
6. Pohon mendatangkan kicauan burung
Burung yang berkicau tidak sepenuhnya buruk. Pada kenyataannya, kicauan burung memiliki efek positif pada aktivitas otak manusia.
The National Trust menunjukkan bahwa orang yang mendengarkan kicauan burung selama beberapa menit dalam sehari meningkatkan perhatian dan kreativitas serta menenteramkan hati.
Ahli suara, Julian Harta, mengatakan, mendengarkan kicauan burung sama halnya dengan mereka ulang telinga dan memungkinkan kita untuk mendengar dengan lebih baik.
Bukti yang diterbitkan pada tahun 2006 oleh American Journal of Physiology juga menunjukkan bahwa kicauan burung merupakan stimulus untuk menengahi ritme sirkadian manusia. Hal ini berarti bahwa suara memiliki efek posotof langsung pada suasana hati.
Oppo Mulai Selidiki Produk "Replika" (Tulisan 35)
Oppo dikenal sebagai pencipta sejumlah desain inovatif sepertismartphone dengan kamera putar dan ponsel pintar berbodi tertipis.
Belakangan, pabrikan Tiongkok tersebut menilai produk ponsel lain yang meniru rancangan gadget buatannya mulai banyak bermunculan di Indonesia
Keterangan tertulis yang diterima Kompas Tekno, Rabu (18/2/2015) menyebutkan bahwa produk "replika" ini banyak beredar di daerah.
"Sejak tahun lalu, beberapa merek lokal sudah memasarkan smartphone yang memiliki desain identik dengan produk kita, namun di awal tahun ini jumlahnya semakin bertambah saja," keluh CEO Oppo Indonesia, Jet Lee.
Menurut Oppo, produknya yang paling banyak ditiru adalah jenis smartphone dengan kamera putar, yakni N1 dan N1 Mini. Di samping itu ada pula produk yang mirip dengan ponsel Find 7.
Khawatir kenyamanan pengguna akan dirugikan oleh ponsel yang dinilai sebagai replika ini, Oppo memutuskan untuk mulai mengambil tindakan.
"Apa yang kami lakukan saat ini mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk kemudian diserahkan kepada divisi R&D kami di pusat agar dapat ditindaklanjuti," kata Lee.
"Kami juga akan melakukan pengencekan apabila mereka juga melanggar paten kami pada teknologi yang kami pakai," tambah dia lagi.
Untuk menghindari pengalaman yang tidak mengenakkan, Oppo menyarankan konsumen yang berminat terhadap produk Oppo agar hanya membeli produk dari toko resmi seperti Oppo store, juga jaringan ritel dan dealer yang bekerjasama dengan Oppo.
Belakangan, pabrikan Tiongkok tersebut menilai produk ponsel lain yang meniru rancangan gadget buatannya mulai banyak bermunculan di Indonesia
Keterangan tertulis yang diterima Kompas Tekno, Rabu (18/2/2015) menyebutkan bahwa produk "replika" ini banyak beredar di daerah.
"Sejak tahun lalu, beberapa merek lokal sudah memasarkan smartphone yang memiliki desain identik dengan produk kita, namun di awal tahun ini jumlahnya semakin bertambah saja," keluh CEO Oppo Indonesia, Jet Lee.
Menurut Oppo, produknya yang paling banyak ditiru adalah jenis smartphone dengan kamera putar, yakni N1 dan N1 Mini. Di samping itu ada pula produk yang mirip dengan ponsel Find 7.
Khawatir kenyamanan pengguna akan dirugikan oleh ponsel yang dinilai sebagai replika ini, Oppo memutuskan untuk mulai mengambil tindakan.
"Apa yang kami lakukan saat ini mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk kemudian diserahkan kepada divisi R&D kami di pusat agar dapat ditindaklanjuti," kata Lee.
"Kami juga akan melakukan pengencekan apabila mereka juga melanggar paten kami pada teknologi yang kami pakai," tambah dia lagi.
Untuk menghindari pengalaman yang tidak mengenakkan, Oppo menyarankan konsumen yang berminat terhadap produk Oppo agar hanya membeli produk dari toko resmi seperti Oppo store, juga jaringan ritel dan dealer yang bekerjasama dengan Oppo.
Libur Imlek, Tak Ada Lonjakan Jumlah Pengunjung di Ragunan (Tulisan 33)
Warna merah dipandang sebagai warna keberuntungan di Asia karena dianggap dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan.
Tren ini bisa dilihat salah satunya di Singapura, di mana banyak orang akan mengenakan baju berwarna merah, termasuk pakaian dalam berwarna merah, untuk menyambut Tahun Baru Imlek.
Produsen pakaian dalam terbesar di Asia,Triumph, mengatakan, penjualan produk berwarna merah biasanya meningkat 10 kali lipat pada waktu Imlek di Singapura dan Malaysia.
Wartawan BBC di Singapura, Sarah Toms, mengatakan, penjualan pakaian dalam berwarna merah dari perusahaan itu mengalami peningkatan 10 kali lipat di Singapura dan Malaysia disebabkan perayaan Imlek dan Valentine yang berdekatan.
"Semua orang ingin memakai pakaian dalam berwarna merah pada saat Imlek dan Valentine. Dengan alasan itu, kami memproduksi lebih banyak lagi pakaian dalam berwarna merah," kata Doy Teo, Direktur Triumph.
"Warna merah adalah warna keberuntungan. Saya harus membeli paling tidak satu pasang," kata salah seorang pembeli.
"Sudah tradisi setiap tahun baru saya harus mengenakan pakaian baru, termasuk pakaian dalam baru dan warnanya merah... itu warna yang penuh harapan," kata pembeli lainnya.
Harapan pada Hari Imlek: Jakarta Damai, Tak Ada Korupsi (Tulisan 32)
JAKARTA, KOMPAS.com — Warga etnis Tionghoa berharap agar Jakarta semakin aman dan damai. Harapan ini disampaikan warga dalam rangka Tahun Baru Imlek, Kamis (19/2/2015).
"Saya berharap ya Jakarta damai-damai saja enggak ada korupsi. Tingkat kejahatan di Ibu Kota juga berkurang," kata salah satu warga Tionghoa, Irma.
Selain masalah keamanan, Irma juga berharap agar kemacetan Jakarta berkurang serta banjir dapat segera diatasi. "Terus kemacetan diminimalisasi sama masalah banjir juga diuruslah," ucap Irma.
Senada dengan Irma, Ko Eng berharap Jakarta aman dan tenteram agar usaha warga dapat berjalan dengan lancar.
"Ya harapannya supaya rakyat kita tambah makmur. Jakarta aman, tenteram, biar usaha kita juga bisa berjalan dengan baik. Kalau ricuh, kan susah entar," ujar Ko Eng kepada Kompas.com.
Warga lainnya, Yenny, mengungkapkan harapan serupa. Yenny berharap agar warga Jakarta lebih menghargai perbedaan karena masih ada warga yang rasialis terhadap etnis Tionghoa.
"Masyarakat lebih menghormati dan menghargai perbedaan satu sama lain, enggak rasialis. Soalnya masih ada orang-orang yang rasialis di media sosial," kata Yenny.
Sebelumnya diketahui, total petugas kepolisian yang diterjunkan dalam pengamanan Imlek tahun ini mencapai 3.320 personel.
Mereka terdiri dari 970 personel Satgasda dan 2.350 personel Satgasres. Di wilayah hukum Polda Metro Jaya sendiri terdapat 279 wihara yang tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
"Saya berharap ya Jakarta damai-damai saja enggak ada korupsi. Tingkat kejahatan di Ibu Kota juga berkurang," kata salah satu warga Tionghoa, Irma.
Selain masalah keamanan, Irma juga berharap agar kemacetan Jakarta berkurang serta banjir dapat segera diatasi. "Terus kemacetan diminimalisasi sama masalah banjir juga diuruslah," ucap Irma.
Senada dengan Irma, Ko Eng berharap Jakarta aman dan tenteram agar usaha warga dapat berjalan dengan lancar.
"Ya harapannya supaya rakyat kita tambah makmur. Jakarta aman, tenteram, biar usaha kita juga bisa berjalan dengan baik. Kalau ricuh, kan susah entar," ujar Ko Eng kepada Kompas.com.
Warga lainnya, Yenny, mengungkapkan harapan serupa. Yenny berharap agar warga Jakarta lebih menghargai perbedaan karena masih ada warga yang rasialis terhadap etnis Tionghoa.
"Masyarakat lebih menghormati dan menghargai perbedaan satu sama lain, enggak rasialis. Soalnya masih ada orang-orang yang rasialis di media sosial," kata Yenny.
Sebelumnya diketahui, total petugas kepolisian yang diterjunkan dalam pengamanan Imlek tahun ini mencapai 3.320 personel.
Mereka terdiri dari 970 personel Satgasda dan 2.350 personel Satgasres. Di wilayah hukum Polda Metro Jaya sendiri terdapat 279 wihara yang tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Langganan:
Postingan (Atom)