Kamis, 19 Februari 2015

Paragraf Generasi, Analog, Sebab Akibat (Tulisan 57)

Paragraf Generalisasi 
Pendidikan karakter untuk melawan koruptor dan kemerosotan moral bangsa terus dilaksanakan di semua sekolah di Indonesia. Namun perlu kita sadari bahwa para koruptor yang tertangkap sekarang justru berasal dari kaum pemuda yang merupakan calon pemimpin dimasa depan. Banyak juga tawuran dan penyimpangan yang dilakukan oleh para pemuda sekarang seperti pemerkosaan,pencurian dan masih banyak lagi. Bisa dibilang pendidikan karakter masih belum efektif mengubah karakter bangsa

Paragraf Analogi
Budi adalah anak yang penakut sikapnya ini membuatnya sering jadi bahan mainan teman-temannya. Bagai kerbau dicocok hidung ia selalu mengikuti apa kata orang lain. Sehingga ia tidak dapat berkembang dan selalu hanya bisa diam sama seperti kerbau yang hanya bisa diam ketika hidungnya dicocok untuk melakukan apa yang diinginkan tuannnya.

Paragraf Sebab Akibat
Banyak sekali kasus penebangan hutan liar yang terjadi 10 tahun belakangan. Pemerintah sudah mengeluarkan berbagai aturan untuk menghukum para penebang liar. Namun faktanya penebangan liar terus terjadi sehingga merugikan banyak pihak. Akibat dari penebangan liar tanah tidak mampu menyerap air dengan baik dan juga tanah tidak adalagi yang mengikat. Olehkarena itu tiap datang musim hutan selalu terjadi bencana banjir dan juga tanah longsor.

Paragraf Deduktif, Induktif, Deduktif - Induktif (Tulisan 56)

  • Paragraf Deduktif :



Kebersihan sangat penting bagi kesehatan. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga kebersihan baik itu dari makanan yang kita makan, kebersihan pakaian yang kita gunakan maupun lingkungan tempat tinggal kita. Sudah banyak orang yang terserang penyakit dikarenakan kurang menjaga kebersihan



  • Paragraf Induktif :



Banyak sekali orang yang terkena penyakit sebagai akibat dari kurangya kesadaran menjaga kebersihan baik itu dari makanan, pakaian yang kita gunakan maupun lingkungan tempat kita tinggal padahal hampir semua dari kita sudah tau bahwa kebersihan itu sangat penting untuk kesehatan



  • Paragraf Deduktif – Induktif :



Kebersihan sangat penting bagi kesehatan. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga kebersihan baik itu dari makanan yang kita makan, kebersihan pakaian yang kita gunakan maupun lingkungan tempat tinggal kita. Sudah banyak orang yang terserang penyakit dikarenakan kurang menjaga kebersihan
Banyak sekali orang yang terkena penyakit sebagai akibat dari kurangya kesadaran menjaga kebersihan baik itu dari makanan, pakaian yang kita gunakan maupun lingkungan tempat kita tinggal padahal hampir semua dari kita sudah tau bahwa kebersihan itu sangat penting untuk kesehatana

DJP Harus Dipimpin Orang yang Paham Hukum Pajak (Tulisan 55)

Pengamat perpajakan dari Universitas Indonesia, Darussalam menilai tidak tercapainya target penerimaan pajak selama sepuluh tahun terakhir ini disebabkan salah satunya pimpinan Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan yang tidak memiliki pengetahuan cukup soal hukum pajak.

Buktinya, lanjut dia, sengketa pajak di pengadilan pajak hingga hari ini sudah mencapai 17.000 kasus. Dia pun berharap Dirjen Pajak yang terpilih nantinya memiliki pengetahuan soal ilmu perpajakan yang paling mumpuni.

“Pajak itu ilmu multidisiplin. Tapi yang menjadi panglimanya adalah hukum pajak,” ucap Darussalam di Jakarta

Terkait dengan proses seleksi Dirjen Pajak yang digelar Kemenkeu saat ini, dia hanya berharap pejabat yang terpilih berasal dari internal Kemenkeu. Menurut dia, orang internal lebih paham situasi. “Dua periode kemarin bukan dari internal. Inilah saatnya kembali,” imbuh Darussalam.

Meski begitu, dia melanjutkan, tidak menutup kemungkinan Dirjen Pajak nantinya diisi oleh orang eksternal Kemenkeu. “Kalaupun dari eksternal dia harus paham pajak,” kata Darussalam.

Di samping mendapatkan pemimpin yang mengerti soal pajak, Darussalam memandang ada yang perlu dibenahi dari sistem pelaporan (assesment) pajak. Jika ini dibenahi, diharapkan target penerimaan pajak terealisasi seluruhnya. Selama ini setiap individu wajib pajak diberikan kepercayaan untuk menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri pajaknya. Padahal, DJP tidak memiliki data transaksi wajib pajak.

“Bagaimana DJP bisa melakukan pengawasan, apakah si WP berbohong atau tidak,” imbuh dia. 

Sebetulnya, dia menambahkan, DJP diberikan kewenangan berdasarkan UU Pajak untuk mendapatkan data informasi dari pihak ketiga, seperti bank. Sayangnya, justru DJP lah yang selama ini membatasi diri untuk memanfaatkan kewenangannya itu.

“Kan boleh minta ke bank untuk pemeriksaan dan penagihan. Buka data rekening bank harusnya otomatis bukan by request. Bank wajib memberikan data transakasi,” tukas Darussalam.

Kesimpulan : Seharusnya DJP memberikan wewenang berdasarkan UU Pajak untuk mendapatkan data informasi dari pihak ketiga dan bank wajib memberikan data transaksinya saja

Ongkos Produksi Cabai Merah Capai Rp 52 Juta per Hektar (Tulisan 54)

Badan Pusat  Statistik (BPS) melaporkan total biaya produksi usaha tanaman cabai merah per satu hektar untuk sekali musim tanam yang dipanen sendiri tahun 2014 mencapai Rp 52,1 juta.

Angka tersebut didapat dari Survei Rumah Tangga Usaha Tanaman Hortikultura (SHR 2014) yang merupakan rangkaian kegiatan Sensus Pertanian 2013 (ST 2013). Kepala BPS Suryamin mengatakan, dari total biaya produksi tersebut, biaya untuk upah pekerja memakan porsi paling besar yakni 47,74 persen, atau sekitar Rp 24,87 juta.

“Selain itu, biaya pupuk dan sewa lahan juga relatif besar, yaitu masing-masing mencapai 17,15 persen dan 9,66 persen,” kata dia. 

Adapun nilai produksi per hektar per musim tanam sebesar Rp 77,1 juta. Suryamin mengatakan, biaya produksi tanaman cabai merah yang ditanam pada musim kemarau sebesar Rp 54,1 juta. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan biaya produksi yang ditanam pada musim hujan, sebesar Rp 48,1 juta.

Perbedaan biaya produksi pada kedua musim ini disebabkan oleh besarnya perbedaan pengeluaran untuk upah pekerja sebesar Rp 4,1 juta, pupuk sebesar Rp 1 juta, dan bahan bakar sebesar Rp 498.700.

“Biaya produksi terbesar untuk pengelolaan tanaman cabai meray yang ditanam pada musim kemarau dan musim hujan adalah biaya untuk upah pekerja, masing-masing Rp 26,3 juta, dan Rp 22,1 juta,” pungkas Suryamin.


Kesimpulan : seharusnya biaya produksi terbesar untuk pengelolahan tanaman cabai yang ditanam pada musim kemarau dan musim hujan adalah biata untuk upah kerja.

Lunasi Utang Berau Coal, ARMS akan "Rights Issue" (Tulisan 53)

 PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) memutar otak untuk melunasi obligasi jatuh tempo pada Juli 2015. Setelah batal menerbitkan obligasi global, BRAU bakal meraih bantuan dari induk, Asia Resource Minerals Plc (ARMS).

Direktur Utama BRAU Amir Sambodo mengatakan, ARMS yang menggenggam 84,7 persen saham BRAU, akan menjual saham dengan mekanisme rights issue di Bursa London.

Pemegang saham ARMS lain, Nathaniel Rothschild memberikan komitmen menjadi pembeli siaga jika saham rights issue ARMS tak terserap. ARMS telah menunjuk konsultan mengkaji aksi korporasi itu. Sayangnya, belum jelas saham yang akan dilepas. Begitu juga mekanisme rights issue.

"Apakah penerbitan saham baru, atau pemecahan saham, ataukah private placement, semua peluang masih dihitung. Tetapi yang jelas, sudah ada komitmen dana sebesar US$ 100 juta," ujar Amir.

Amir memastikan, aksi korporasi itu akan dieksekusi pada Maret 2015, sebelum masa jatuh tempo obligasi BRAU pada 8 Juli 2015. Obligasi tersebut terbitan anak usahanya, Berau Capital Resources (BCR). Tingkat bunga obligasi BCR terbilang tinggi, yaitu 12,5 persen per tahun. Sebelumnya, BRAU sempat berikhtiar melunasi utang di awal dengan merilis obligasi baru 450 juta dollar AS.

Manajemen BRAU sebelumnya menyatakan menunda penerbitan lantaran kondisi pasar dianggap kurang kondusif. Amir bilang, selain mendapatkan bantuan induk usaha, BRAU juga memiliki alokasi dana initial public offering (IPO) untuk melunasi utang Rp 129 miliar atau sekitar 11 juta dollar AS. Sisa kebutuhan dana, yakni 339 juta dollar AS dari beberapa opsi seperti menerbitkan obligasi baru. BRAU juga membuka peluang menjual aset.
"Kalau menjual aset belum ada rencana. Diusahakan refinancing, bisa dengan utang baru," kata dia.


BRAU juga memiliki obligasi 500 juta dollar AS jatuh tempo pada 13 Maret 2017. Surat utang itu memiliki bunga 7,25 persen per tahun. Rencananya, BRAU juga akan mempercepat pelunasan obligasi jika meraih pendanaan lebih. Meski berkutat dengan utang, BRAU masih menyiapkan belanja modal sekitar 30 juta untuk ekspansi.

Sejak tahun lalu, BRAU menahan ekspansi lantaran harga batubara melemah. Alokasi belanja modal tahun depan sama dengan alokasi tahun ini. Sampai dengan akhir tahun 2014, belanja modal BRAU hanya terserap sekitar 10 juta dollar AS. "Karena banyak ekspansi yang ditahan dan baru akan dilakukan tahun depan," ujar Amir.
Belanja modal itu untuk penambahan kapasitas fasilitas pengolahan batubara, loading conveyor, dan hauling road di Lati, Binungan, dan Sambarata. BRAU juga akan membangun terminal batubara di Suaran, dan menambah dua unit fasilitas tongkang pengangkut batubara. Harapannya tahun depan BRAU bisa lebih efisien. (Narita Indrastiti)

Kesimpulan : seharusnya belanja modal untuk penambahan kapasitas fasilitas pengelolaan batubara, dan membangun terminal batubara di suaran, serta menambah dua unit fasilitas tongkang pengangkut batubara.

Tak Sanggup Bayar Utang, Mandala Air Ajukan Pailit (Tulisan 52)

Maskapai penerbangan nasional, PT Mandala Airlines, mengajukan permohonan pailit. Permohonan itu didaftarkan di Pengadilan Niaga (PN) Jakarta Pusat pada 9 Desember 2014.

Kuasa hukum Mandala Air, Zaky Tandjung, mengatakan, kliennya mengajukan permohonan pailit atas diri sendiri karena sudah tak sanggup lagi menjalankan operasional perusahaan. Sementara itu, tagihan kreditor dan pemegang saham kepada Mandala telah menumpuk.

"Dengan alasan itu, kami mengajukan pailit sendiri," ujar Zaky seusai persidangan di PN Jakarta Pusat. Zaky mengklaim bahwa permohonan pailit ialah untuk menyelamatkan kepentingan pemegang saham dan kreditor. Soalnya, utang Mandala kepada pemegang saham mencapai Rp 1,5 triliun dan kepada kreditor lain Rp 7 miliar. Nilai utang ini berbeda dengan nilai tagihan ke Mandala saat restrukturisasi utang (PKPU) pada 2011 sebesar Rp 2,4 triliun. Namun, Zaky enggan menjelaskan perbedaan nilai utang ini.

Menurut Zaky, operasional Mandala sudah dihentikan sejak 1 Juli 2014. Mandala tidak mampu menanggung beban operasonal. Maskapai ini kewalahan menghadapi kenaikan harga bahan bakar avtur dan depresiasi rupiah. Alhasil, Mandala tidak sanggup membayar utangnya sesuai isi kesepakatan waktu PKPU pada Januari 2011.

Karena itu, meskipun sudah ada beberapa investor yang melirik Mandala, mereka mundur karena melihat kondisi utang Mandala yang besar. Terlebih lagi, aset Mandala tidak sebanding dengan utang dan kemampuan operasionalnya. Jadi, ke depan, Mandala diperkirakan tak akan mampu mengembalikan uang pemegang saham dan kreditor.

Hariadi Supangkat, Komisaris Mandala, keberatan atas permohonan pailit itu. Ia mengatakan bahwa permohonan pailit hanya bisa dilakukan sepihak dari salah satu pemegang saham di Singapura. Pemegang saham asal Indonesia tidak diikutsertakan. Menurut dia, perusahaan ini masih memiliki potensi. "Kami menilai potensi Mandala masih bagus," kata Hariadi seusai sidang.
(Noverius Laoli)

Kesimpulan : seharusnya permohonan pailit hanya bias dilakukan sepihak dari salah satu pemegang saham, pemegang saham asal Indonesia tidak boleh diikutsertakan

Menaruh Asa pada Transjakarta (Tulisan 51)

 Kemacetan di Jakarta tak lagi mengenal waktu dan tempat. Kendaraan pribadi masih mendominasi jalanan karena masih minimnya angkutan umum yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Kehadiran transjakarta, angkutan perbatasan terintegrasi bus transjakarta, dan transjabodetabek belum bisa menjawab kebutuhan warga.

Bus transjakarta jurusan Harmoni-Pulogadung melaju dengan kecepatan sedang membelah wilayah Jakarta Pusat-Jakarta Timur. Siang itu, bus terisi hampir penuh.

Suara ngik-ngik-ngik... saling bersahutan memecah keheningan dalam bus yang terus melaju. Suaranya semakin nyaring saat bus melewati beberapa jalan rusak di jalur trasnjakarta. Suara itu datang dari bagian bawah kursi penumpang yang sudah mulai keropos.

Sebagian penumpang juga merasa gerah karena sistem pendingin ruangan nyaris tak terasa. ”Bunyinya sangat mengganggu. Tidak nyaman. Kursi bergoyang bikin kepala pusing. Gerah karena AC-nya hanya fan. Jadi, enggak bisa tidur dalam bus,” ujar Amelia Sherlita (19), mahasiswi Universitas Trisakti, salah satu penumpang bus siang itu.

Tempat duduk karatan dan AC yang tak dingin hanyalah sebagian dari buruknya pelayanan transjakarta saat ini.
Belum sesuai harapan

Permasalahan bus transjakarta ini juga mengemuka dalam dialog publik bertajuk ”Transisi Pengelolaan Transjakarta dan Peningkatan Mutu Pelayanan”, di Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti, Jakarta Timur, 

Koordinator Komunitas Suara Transjakarta David Tjahjana mengatakan, penumpang mengharapkan keterangkutan, keamanan, dan kenyamanan saat menggunakan bus transjakarta.

Dari segi keterangkutan, masih sering terlihat penumpukan penumpang di hampir semua halte pada jam-jam sibuk. Unit Pelaksana Transjakarta berusaha mengatasi masalah keterangkutan itu dengan menghadirkan bus APTB (2010) dan transjabodetabek (2014) dari sejumlah wilayah se-Jabodetabek.

Akan tetapi, dalam perkembangannya, kehadiran APTB dan transjabodetabek justru menambah beban pada jalur transjakarta. Penumpukan penumpang masih tetap terjadi karena penumpang yang akan naik APTB diwajibkan membayar tarif tambahan.

”Harus bayar dua kali. Bayar tiket bus transjakarta sebesar Rp 3.500 dan ditambah tiket APTB
sebesar Rp 10.000,” ujar Sherly Tambayong (23), karyawan swasta di kawasan Harmoni. Sherly yang tinggal di Jalan Fatmawati itu memilih naik APTB karena tak tahan menunggu kedatangan bus transjakarta yang waktu kedatangannya kian tak menentu.

”Kadang 45 menit baru datang satu bus,” ujarnya. Padahal, dalam rancangan awal bus transjakarta, waktu tunggu bus hanya 10-15 menit.

David mengatakan, masalah-masalah seperti tarif tambahan itu muncul akibat integrasi pelayanan belum menyeluruh. Seharusnya, kata David, PT Transjakarta memikirkan manajemen secara keseluruhan sehingga penumpang tak lagi membayar tarif tambahan.

David juga memaparkan, sejumlah fasilitas keselamatan bus transjakarta yang tidak standar. ”Saya menemukan beberapa bus yang pintu daruratnya dilas mati. Kalau terjadi kondisi darurat, tentu akan membahayakan penumpang,” kata David.

Pemberlakuan tiket elektronik juga menyisakan masalah karena masih ada dua koridor yang belum memakai tiket elektronik, yakni Koridor 4 dan 6, karena ada persoalan kontrak.
Malah dirugikan

Direktur PT Jakarta Mega Trans John Tambunan selaku perwakilan konsorsium operator bus transjakarta mengatakan, sejak bus dioperasikan pada 2004, operator malah dirugikan. Per bus sering patah karena bus kelebihan penumpang dan beroperasi selama 20 jam per hari.

”Kami pun dijanjikan dibayar berdasarkan per kilometer. Sebulan dijanjikan bisa maksimal 270 kilometer. Namun, di lapangan, kami hanya dapat memperoleh 220 kilometer per bulan karena pihak Badan Pengelola Transjakarta membatasi perjalanan bus,” ujar Tambunan.

Dengan kondisi tersebut, operator bus tak bisa meremajakan armadanya.

Sebaliknya, Rini Ekotomo, mantan Kepala BP Transjakarta pada 2004 yang kini menjadi anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta, mengungkapkan, mengelola transjakarta tak mudah karena harus berhadapan dengan operator yang belum bisa bekerja efisien dan birokrasi yang lambat.

Direktur Utama PT Transjakarta ANS Kosasih mengatakan, selama tahun 2014 ini, pihaknya lebih banyak berkutat di masalah administrasi terkait perubahan kelembagaan pengelola bus transjakarta menjadi PT Transjakarta. Perubahan kelembagaan itu bertujuan agar pengelolaan transjakarta bisa lebih profesional.

Menurut Kosasih, akan ada berbagai pembenahan, salah satunya adalah pembenahan aturan dan kontrak kerja sama dengan para operator bus. Kondisi bus yang tidak prima karena terlalu lama dioperasikan akan menjadi pertimbangan memperbarui kontrak dengan operator.

Menurut Kosasih, sampai pertengahan 2015, ada 300 bus baru. Sebanyak 200 di antaranya akan menggantikan bus yang sudah tua, sedangkan 100 lainnya akan menambah bus yang ada. Maret 2015 akan dioperasikan 148 bus baru yang dibeli operator pada 2013. Bus ini seharusnya tiba Juli 2014.

Bus yang dibeli Pemprov DKI dan sempat tersandung korupsi, kata Kosasih, kemungkinan besar ditarik agen tunggal pemegang merek. Uang muka yang sudah dibayarkan Pemprov DKI akan dikembalikan.

Direktur Operasional PT Transjakarta Heru Heriawan menambahkan, pihaknya terus mencari solusi tiga masalah utama transjakarta, yakni kurangnya SPBG, pemantauan posisi bus yang masih manual, dan belum adanya pemantauan keamanan di dalam bus. Pemasangan GPS untuk pemantauan posisi bus, kerja sama pembangunan SPBG, dan penerapan tiket sistem single trip diharapkan bisa mulai mengurai berbagai permasalahan tersebut.

Bagaimanapun, bus transjakarta masih menjadi salah satu alternatif terbaik angkutan umum di Ibu Kota. Masyarakat menaruh asa besar pada perbaikan angkutan publik ini.

kesimpulan : seharusnya Direktur Oprasional PT. Transjakarta lebih memperhatikan kelayakan oprasional busnya, agar masyarakat bisa puas dan sangat nyaman menaiki transpotasinya, apalagi Bus Transjakarta transpotasi yang paling terpandang di ibu kota.

Sudah Dua Kali Presiden Jokowi Gelar Rapat Bahas Pelemahan Rupiah (Tulisan 50)

Presiden Joko Widodo untuk kedua kalinya menggelar rapat kabinet terbatas khusus untuk membahas pelemahan rupiah di Istana Merdeka. Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan juga dilibatkan dalam rapat kali ini.

"Dengan gubernur BI, ini adalah koordinasi formal pertama antara presiden dengan gubernur BI yang antara lain akan dibahas tentang situasi nilai rupiah dan sinkronisasi antara kebijakan moneter dan fiskal kepada pemerintah dan Otoritas Jasa keuangan," kata Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto di istana kepresidenan, Selasa.

Andi belum mau mengungkapkan opsi apa yang disiapkan pemerintah untuk mengangkat kembali rupiah. Solusi yang akan diambil pemerintah, sebut Andi, akan disampaikan usai rapat.

Hadir dalam rapat kali ini adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, dan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan.

Sebelum rapat ini dilakukan,
 Jokowi juga sudah pernah menggelar rapat serupa pada 17 Desember lalu. Hasil rapat itu tak mengambil kebijakan strategis apa pun.

Wakil Presiden Jusuf Kalla usai rapat hanya mengklarifikasi penyebutan pelemahan rupiah. Menurut JK, nilai rupiah masih jauh lebih baik dibandingkan mata uang lainnya seperti Won Korea, Dollar Australia, Yen Jepang, dan Rubel Rusia.

Dia pun menuturkan bahwa nilai mata uang rupiah yang sempat menyentuh Rp 12.900 per dollar itu dikarenakan penguatan ekonomi Amerika Serikat. Dengan kondisi itu, JK mendorong ekspor yang bisa mengambil keuntungan dari naiknya nilai dollar.

Kesimpulan : sebetulnya nilai rupiah masih jauh lebih baik dibandingkan mata uang lainnya, dan seperti JK bilang seharusnya Indonesia memanfaatkan ekspor sebagai keuntungannya

Din Syamsuddin Tolak Rencana Pemerintah Tempatkan Pekerja Asing sebagai Direksi BUMN (Tulisan 49)

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menyayangkan rencana pemerintah yang akan memilih tenaga kerja asing untuk mengisi direksi sejumlah BUMN. Menurut Din, wacana itu sama dengan melecehkan sumber daya manusia Indonesia.
"Saya tidak setuju karena berdimensi melecehkan anak-anak bangsa," kata Din, saat dijumpai di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/12/2014).
Din menegaskan, dia yakin SDM Indonesia tidak kalah saing dengan pekerja asing. Ia berharap pemerintah mempertimbangkan kembali agar memercayakan SDM Indonesia di posisi strategis BUMN.
"Insya Allah tidak kalah. Banyak sekali anak Indonesia yang tidak kalah profesional. Pilihlah yang terbaik bagi anak bangsa," ujarnya.
Sebelumnya, wacana mempekerjakan orang asing sebagai direksi BUMN ini dilontarkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Senin (15/14/2014) lalu. Alasan Rini, perusahaan BUMN membutuhkan seorang ahli untuk memimpin, untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun depan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil membenarkan bahwa pemerintah membuka peluang bagi orang asing untuk menduduki jabatan direksi BUMN. Menurut Sofyan, jika hal ini terealisasi pun, Presiden Joko Widodo telah memberikan restu.
Kesimpulan : pemimpin dari kalangan mana saja sebenernya tidak masalah, yang penting jujur dan adil saja, jangan sampai Indonesia dikuasai oleh orang asing lagi, belajar dari pengalaman sajalah.

Kekayaan Laut Melimpah, Indonesia Tak Pantas Punya Utang (Tulisan 48)

Melihat potensi kekayaan laut, termasuk di dalamnya potensi perikanan, Indonesia tidak pantas memiliki utang luar negeri, apalagi dalam jumlah besar sebagaimana yang terjadi saat ini. Demikian diungkapkan Sekretaris Direktoral Jenderal (Sesditjen) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Syafril Fauzi di Yogyakarta, Senin (22/12/2014). 

“Potensi laut Indonesia sebesar 171 miliar dolar AS per tahun. Khusus potensi ikan, sebesar 32 miliar dolar AS per tahun. Jika potensi itu dikelola dengan optimal, Indonesia akan menjadi negara yang sangat kaya,” ungkap Syafril dalam refleksi akhir tahun bertajuk "Peluang di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN, Ketahanan Pangan, dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan" yang digelar PP (Pimpinan Pusat) Aisyiyah. 

Optimalisasi potensi kelautan dan perikanan itu, menurut Syafril, tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Perlu sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk ormas seperti Aisyiyah yang bisa berkiprah guna memberdayakan perempuan nelayan sehingga bisa membangun keluarga mereka secara optimal pula. 

Lebih lanjut, Syafril mengatakan, saat ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang gencar memperhatikan pulau-pulau kecil terluar di Indonesia dengan potensi perikanan yang tinggi. 

"Strategi ini sedikitnya memiliki dua manfaat, selain optimalisasi produk perikanan yang memang potensinya sangat besar di gugusan pulau-pulau kecil di daerah perbatasan ini, juga untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI,” lanjut Syafril. 

Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, masyarakat Indonesia tidak boleh lengah. Harus ada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha di bidang periknan dan masyarakat, khususnya para nelayan. 

“Kita harus sudah mulai melangkah pada peningkatan nilai tambah produk perikanan. Kita harus menguasai industri perikanan dari hulu hingga hilir. Dari hitungan kita, jika berhenti pada hasil tangkapan nilai ekonominya hanya 8 miliar dolar AS per tahun, tapi jika kita tingkatkan pada industri primer, nilai ekonomisnya 60 miliar dolar AS, dan jika sampai industri sekunder menjadi 120 miliar dolar AS,” papar Syafril. 

Untuk mencapai tujuan itu, lanjut Syafril, kegiatan riset dan peningkatan kemampuan teknologi pengolahan hasil perikanan mutlak diperlukan. 
“Omong kosong ada alih teknologi dari pihak asing, khususnya di bidang industri pengolahan hasil perikanan. Mereka hanya akan peduli pada teknologi tangkap dan kelestarian laut, karena mereka berkepentingan dengan pemenuhan bahan baku industri mereka,” pungkas Syafril.

Kesimpulan : seharusnya Indonesia lebih memperhatikan kekayaan negaranya, perikanan di Indonesia sudag tidak diragukan lagi, dan kita harus bisa menciptakan teknologi sendiri, agar kekayaan kita tidak dikuasai oleh orang asing

Rini dan Tedjo Dinilai Mencoreng Pemerintahan Jokowi (Tulisan 47)

Pengamat politik Sebastian Salang menilai kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo pada tahun 2014 tercoreng oleh pernyataan kontroversial dua menterinya. Dua menteri Jokowi itu adalah Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno serta Menteri BUMN Rini Soemarno.
Sebastian menjelaskan, pernyataan Tedjo terkait pelaksanaan Musyawarah Nasional IX Partai Golkar di Bali beberapa waktu lalu sangat mencoreng netralitas pemerintah dalam menyikapi permasalahan internal partai politik.
Menurut Sebastian, Tedjo tak sepantasnya mencampuri urusan rumah tangga Golkar karena hanya menimbulkan kecurigaan bahwa pemerintah tidak mampu menjaga netralitasnya.
"Menko Polhukam terlalu jauh, terlalu masuk ke hal yang sangat teknis. Ini negatif untuk pemerintah," kata Sebastian, di Jakarta Pusat, Senin (22/12/2014).
Sedangkan untuk Rini, kata Sebastian, kontroversi muncul karena pernyataan akan menjual Gedung Kementerian BUMN. Sebastian menilai wacana yang dilontarkan Rini sangat tidak mendasar, tidak solutif, dan hanya menimbulkan kesan buruk bagi kinerja pemerintahan Presiden Jokowi.
"Solusi menjual gedung ini solusi yang paling konyol, sangat tidak strategis, dan tidak taktis. Dari sisi komunikasi politik sangat negatif, publik tidak melihat ada positifnya," ungkap Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen itu. 
Kesimpulan : kerjakanlah urusan masing-masing, seharusnya bisa lebih memanfaatkan asset yang sudah ada, bisa digunakan untuk keperluan lain, jangan malah menyalahgunakan, masih banyak orang yang membutuhkan

Kebijakan Ekonomi Pemerintahan Jokowi-JK Dinilai Belum Maksimal (Tulisan 46)

Kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi-JK dinilai masih belum memberikan implikasi maksimal terhadap kondisi makro perekonomian Indonesia.

CEO IndoSterling Capital, William Henley mengatakan, kalaupun ada perubahan struktural yang diimplementasikan oleh Kabinet Jokowi-JK sejak pelantikan, implikasinya masih relatif minim terhadap kondisi makro Indonesia.

"Saat ini, faktor eksternal lebih banyak berperan, terutama terkait dengan masalah yang dihadapi oleh Russia akibat melemahnya harga minyak yang telah turun di bawah 60 dollar AS per barel. Kondisi melemahnya harga minyak global menimbulkan dampat negatif yang signifikan terhadap perekonomian Russia, karena sekitar 50 persen pendapatan negara Rusia diperoleh dari minyak dan gas," ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa kondisi yang dihadapi oleh rupiah akhir-akhir ini lebih banyak didorong oleh faktor sentimen. Munculnya sentimen negatif karena sebagian investor membandingkan kondisi antara Indonesia dengan kondisi Russia, yang sebenarnya sangat jauh berbeda. 

Saat ini, investor asing memiliki portofolio sebesar 39 miliar dollar AS dalam bentuk obligasi Indonesia. Apabila terjadi aksi jual atas portofolio tersebut oleh investor asing, cadangan devisa Indonesia yang berkisar 110 miliar dollar AS masih memadai untuk meredam gejolak.

Kesimpulan : Dia menyebutkan bahwa kondisi yang dihadapi oleh rupiah akhir-akhir ini lebih banyak didorong oleh faktor sentimen. Munculnya sentimen negatif karena sebagian investor membandingkan kondisi antara Indonesia dengan kondisi Russia, yang sebenarnya sangat jauh berbeda. 

Pria yang Terjun dari Apartemen di Tebet Diduga Pelaku Pembunuhan (Tulisan 45)

Pria yang tewas setelah meloncat dari lantai 23 Apartemen Lavende, Tebet, Jakarta Selatan diduga merupakan pelaku pembunuhan seorang wanita di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Ia diduga panik karena polisi mendatanginya. 

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Metro Penjaringan Komisaris Bungin M Misalayuk mengatakan, pria yang tewas itu loncat saat akan ditangkap. 

"Ia diduga panik dan langsung terjun dari lantai 23 apartemen dan meninggal," kata Bungin saat dihubungi, Kamis (19/2/2015). 

Namun, hingga kini polisi belum mengetahui hubungan pria tersebut dengan wanita yang ditemukan di kamar Hotel Golden Sky, Pluit, itu. Polisi masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan saksi-saksi. 

Pria itu diketahui bernama Toni Rusli (37). Mayatnya ditemukan pada Kamis sekitar pukul 8.00 WIB. 

Kejadian tersebut bermula ketika seorang saksi, Samsudin (40) yang merupakan komandan regu sekuriti apartemen itu datang bersama sejumlah anggota dari Polres Jakarta Utara. Samsudin mengetuk pintu kemudian dibuka oleh seorang pembantu bernama Siti Romlah. 

Selanjutnya, Toni tampak ketakutan dan menelan beberapa obat dan langsung menuju arah balkon. Toni kemudian meloncat dari bagian balkon belakang Kamar 5 Tower A Lantai 23 Apartemen Lavande.

Malaysia Punya Wisata Cokelat, Bagaimana Indonesia? (Tulisan 44)

Wisata kuliner cokelat belum menjadi ikon pariwisata Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Louis Tanuhadi, Ambassador Tulip The Embassy of Chocolate. Wisata cokelat di Indonesia belum dilirik wisatawan domestik maupun asing.

“Kalau berbicara ikon pariwisata cokelat, pemerintah Indonesia yang harus turun tangan. Seperti contoh di Malaysia, ada yang namanya wisata cokelat yang dikelola swasta,” kata Louis kepadaKompas Travel, Selasa, (17/02/2015).

Ia menambahkan Indonesia hanya dipandang sebagai penghasil kakao. Di mata dunia, Indonesia belum dilihat sebagai penghasil cokelat yang baik. Apalagi, lanjutnya, di level pemerintah, belum ada ahli-ahli di bidang cokelat.

“Kita sendiri belum memiliki peraturan yang baku dari pemerintah tentang cokelat. Peraturan yang mengatur tentang pembuatan cokelat," kata pria yang juga berprofesi sebagai koki ini.

Ia juga menuturkan bahwa di Indonesia ada dua jenis cokelat. Yang pertama disebut cokelat, yang dibuat dari minyak lemak buah kakao. Sementara yang kedua, cokelat compound, yang dibuat dari minyak kelapa sawit. Jenis cokelat kedua ini beredar sekitar 70-80 persen di pasaran.

Hal ini, tambahnya, menjadi kendala ketika wisatawan asing mencoba jenis cokelat di Indonesia. Menurutnya, para wisatawan asing khususnya dari Eropa menganggap cokelat Indonesia berkualitas jelek. Padahal jenis cokelat yang mereka makan adalah jenis cokelat compound, bukan cokelat yang asli terbuat dari lemak buah kakao.

Ia menegaskan jika wisata kuliner cokelat ingin maju dan diakui, masyarakat Indonesia harus berusaha mengubah persepsi tentang cokelat terlebih dahulu. "Sebenarnya Indonesia berpeluang dalam pengembangan wisata cokelat. Tinggal kita memilih konsentrasi di mana. Apakah mau konsentrasi di volume atau kualitas cokelat," ujarnya.

5 Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Tahun Baru Imlek (Tulisan 43)

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh di tanggal kelima belas. Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúx? yang berarti "malam pergantian tahun".
Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta pesta kembang api.

Selain itu, ada lima hal seru lainnya yang perlu Anda ketahui seputar Imlek. Berikut uraiannya:

Tanggal tahun baru Imlek selalu berubah-ubah
Setiap tahun, Imlek tidak pernah jatuh di tanggal yang sama karena menyesuaikan dengan pergerakan rotasi bulan terhadap bumi. Pada tahun ini, Imlek jatuh pada hari ini Kamis 19 Februari. Tahun depan, Imlek akan dirayakan pada tanggal 8 Februari. Oleh sebab itu, bagi Anda yang berencana berpergian ke daratan Tiongkok, lebih baik segera melakukan persiapan sedini mungkin. Pasalnya, jika terlambat atau terlalu dekat dengan hari Imlek, bisa jadi Anda bakal kehabisan tiket pesawat dan tempat penginapan.

Minggu paling sibuk dan padat
Satu pekan sebelum perayaan Imlek, lebih kurang 800 rakyat Tiongkok telah sibuk mempersiapkan kebutuhan untuk merayakan tahun baru Imlek.  Kondisi serba sibuk dan cepat ini sangat terasa di area bandara, stasiun kereta api, dan terminal bus.

Beberapa kota di Tionghoa lebih lengang
Jika Anda ingin berpergian ke kota seperti Guangzhou, sangat disarankan satu minggu menjelang imlek. Sebab, pada minggu-minggu Imlek ini, Guangzhou dipastikan sepi, tidak macet, dan sangat mudah untuk mengunjungi beberapa destinasi liburan di sana.
Namun, sisi kurang menguntungkannnya adalah banyak restoran lokal tutup, sehingga Anda hanya bisa menikmati sajian khas Tiongkok di sejumlah restoran yang berlokasi dalam hotel bintang lima.
Harga tiket lebih mahal
Berpergian ke Tiongkok di minggu Imlek, ini berarti Anda harus menyiapkan uang lebih banyak. Pasalnya, sejumlah besar perusahaan penerbangan dan hotel mendongkrak harga ekonomis menjadi harga premium. Namun, keuntungan lain bisa Anda dapatkan saat berbelanja di mal atau pasar tradisional. Sebab, para pedagang menggelar diskon dan potongan harga yang sangat menggiurkan.


Seluruh negara di dominasi warna merah
Keindahan panorama Tiongkok semakin memesona dengan kehadiran dominasi warna merah. Seperti kita ketahui bahwa warna ini dipercaya rakyat Tionghoa sebagai lambang kesejahteraan dan keberuntungan

Indonesia Ikuti Pameran Pariwisata di Beograd (Tulisan 42)

Indonesia akan mengikuti Pameran Pariwisata Internasional (International Fair of Tourism/IFT) ke-37 di Beograd, Serbia, 19-22 Februari 2015. Fungsional Penerangan Sosial dan Budaya Kedutaan Besar Indonesia di Beograd, Habadi Soewedo dalam surat elektronik, Rabu (18/2/2015), menjelaskan KBRI akan mengangkat tema "Wonderful Indonesia" yang menampilkan keindahan Nusantara, dari Aceh hingga Papua.

Habadi mengatakan promosi di Beograd nanti tidak hanya akan menampilkan tujuan pariwisata, namun juga kekayaan budaya dan keindahan alam Indonesia. "Kami akan menampilkan tarian dan musik tradisional Indonesia, serta mengadakan lomba menyanyikan lagu daerah Nusantara," katanya.

Habadi menambahkan pertunjukan tari dan musik tersebut akan ditampilkan oleh seniman-seniman Serbia yang belajar kesenian Indonesia di KBRI. Selain itu, selama pameran, KBRI Beograd akan mengadakan kuis seputar pengetahuan tentang Indonesia dan menyediakan cinderamata gratis bagi para pengunjung.

IFT merupakan pameran tahunan pariwisata terbesar di Serbia dan Eropa Tenggara. Setiap tahunnya, IFT mencatat peningkatan jumlah peserta dan pengunjung pameran. Pada IFT 2014, lebih dari seribu peserta berpartisipasi dalam pameran yang dikunjungi 62 ribu orang dan 10.625 perusahaan pariwisata dari seluruh dunia.

Keikutsertaan Indonesia dalam IFT merupakan salah satu usaha KBRI di Beograd untuk mempromosikan pariwisata Indonesia sebagai bagian dari diplomasi ekonomi yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

BARRY KUSUMAKepulauan Wayag di Raja Ampat, Papua.
Terlebih lagi, Indonesia menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara dapat mengunjungi Indonesia hingga 2019. Pada 2014, tercatat 9.435.411 turis asing mengunjungi Indonesia, atau naik 7,2 persen dari 2013 yang berjumlah 8.802.129 orang.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melaporkan kepada Presiden Jokowi bahwa Kemlu akan mendukung penuh aktivitas promosi pariwisata di mancanegara. "Salah satunya melalui pelayanan visa, hampir setengah dari perwakilan kita di luar negeri telah memiliki sistem online," kata dia.

Dengan sistem online tersebut, Menlu Retno mengatakan permohonan visa dapat diselesaikan maksimal tiga hari kerja serta akan mendukung pelayanan yang ramah, cepat dan akurat. "Diplomat Indonesia akan menjadi garda terdepan dalam promosi pawisata di luar negeri," ujarnya.

Pilot Mogok 14 Hari, Air France Rugi Besar (Tulisan 41)

Pemogokan pilot selama 14 hari mengakibatkan kerugian besar bagi Air France, maskapai penerbangan terbesar kedua di Eropa. Demikian disampaikan manajemen Air France-KLM, Kamis (19/2/2015).

Dalam publikasi pendapatan tahunannya, pada 2014 Air France-KLM membukukan kerugian hingga 226 juta dolar AS atau hampir Rp 3 triliun. Demikian pernyataan resmi perusahaan merjer Perancis dan Belanda itu.

"Di paruh kedua 2014, aktivitas kami terpengaruh dengan pemogokan pilot Air France selama 14 hariyang diperkirakan mengakibatkan dampak negatif dalam operasional hingga 425 juta euro (sekitar Rp 6,2 triliun)," demikian pernyataan itu.

Tanpa pemogokan tersebut, Air France meyakini bisa meraup keuntungan hingga 296 juta euro atau Rp 4,3 triliun naik dari keuntungan 2013  yang mencapai 103 juta euro.

Para pilot Air France itu mogok berkaitan dengan rencana membentuk maskapai penerbangan murah Transavia France.

Para pilot ini khawatir rencana tersebut akan memaksa kru Air France yang bergaji tinggi bekerja untuk Transavia dengan gaji yang jauh lebih rendah. Selain itu mereka khawatir maskapai penerbangan murah itu akan merebut rute Air France.

Di bawah program restrukturisasi, Air France-KLM sudah memberhentikan 8.000 pegawai atau sekitar 10 persen dari seluruh karyawan kedua maskapai itu lewat skema pensiun dini.

"Kondisi ekonomi secara signifikan berubah, setelah beberapa bulan stabilitas, harga minyak dan nilai tukar euro menurun yang tentu saja mengubah parameter kami secara signifikan pula," kata salah seorang petinggi Air France-KLM Alexandre de Juniac.

Kemenhub: Lion Air Tak Responsif (Tulisan 34)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai Lion Air tak responsif dan tak kooperatif terkait masalahdelay kepada para penumpang yang terjadi sejak kemarin. Hal itu dinilai Kemenhub menjadi penyebab kemarahan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

"Berdasar laporan Kepala Otoritas Bandara Wilayah 1 Jakarta, pihak Lion tidak responsif dn tidak kooperatif untuk menyelesaikan masalah," ujar Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid

Dia menjelaskan, Lion Air tidak menyiapkan petugas untuk menjelaskan kepada penumpang apa yang tejadi dan direncanakan untuk mengatasi persoalan. Akhirnya, para penumpang tak memiliki kejelasan terkait informasi tersebut.

Otoritas Bandara merupakan kaki tangan Kemenhub di bandara. Kantor Otoritas Bandar Udara mempunyai tugas melaksanakan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan penerbangan di bandar udara.

Dikabarkan, Otoritas Bandara masih terus berkoordinasi dengan Lion Air terkait penyelesaian masalah terlantarnya ratusan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

Pria Loncat dari Lantai 23 Apartemen Setelah Didatangi Sejumlah Polisi (Tulisan 40)

Identitas pria yang tewas setelah terjun dari lantai 23 Apartemen Lavende, Tebet, Jakarta Selatan, telah diketahui. Kepolisian Sektor Metro Tebet mengungkap nama pria tersebut adalah Toni Rusli (37).

Kepala Polsek Metro Tebet Komisaris I Ketut Sudarma mengatakan, mayat Toni ditemukan sekitar pukul 8.00 WIB pagi tadi. Ia meloncat dari lantai 23.

Menurut keterangan saksi, Toni meloncat dari bagian balkon belakang Kamar 5 Tower A Lantai 23 Apartemen Lavande.


Saat itu, seorang saksi, Samsudin Poso (40) yang merupakan komandan regu sekuriti apartemen itu datang bersama sejumlah anggota Jatanras Polres Jakarta Utara.

Ketut mengatakan, saksi mengetuk pintu kemudian dibuka oleh seorang pembantu bernama Siti Romlah. Selanjutnya, Toni tampak ketakutan dan menelan beberapa obat dan langsung menuju arah balkon.

"Korban kemudian meloncat dari balkon itu sehingga kepala dan kaki kanannya terluka parah dan meninggal dunia," kata dia.

Sementara itu, seorang pedagang di sekitar lokasi kejadian, Andri (30), mengatakan, sebelum mayat pria itu ditemukan, dia melihat banyak polisi berdatangan ke apartemen itu.

Pria itu mengira polisi hendak melakukan razia. Ia pun menduga pria yang jatuh itu adalah buronan polisi yang ketakutan karena hendak ditangkap. Saat ini jasad Toni sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati.