Senin, 16 Februari 2015

Agus Marto: Sekarang Krisis Jadi Semakin Sering (Tulisan 6)

Perekonomian dunia saat ini semakin terhubung. Apa yang yang terjadi di suatu negara akan begitu cepat dirasakan oleh negara lain.
Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia (BI), menilai ekonomi global yang semakin terhubung karena globalisasi menyediakan peluang bagi Indonesia.
“Dinamika globalisasi telah menyediakan banyak peluang bagi Indonesia. Integrasi yang kuat ke dalam rantai nilai perdagangan global, merupakan sumber penciptaan lapangan kerja yang semakin luas dan beragam,” paparannya dalam acara Banker’s Dinner di JCC, Jakarta, Kamis (20/11/2014).
Agus pun mengutip salah seorang ekonom besar yaitu Adam Smith. “Division of labor is limited by the extent of the market. Dengan kata lain, tanpa akses ke pasar yang lebih besar, penciptaan lapangan kerja yang lebih beragam atau division of labour dapat terhenti,” katanya.
Meski begitu, Agus menggarisbawahi bahwa globalisasi juga menyimpan risiko. Kini, perekonomian domestik lebih terbuka terhadap risiko yang datang dari negara lain.
“Integrasi ke dalam perekonomian global menyebabkan perekonomian domestik lebih terbuka terhadap risiko guncangan eksternal. Keterkaitan yang semakin kuat menyebabkan gejolak di satu belahan bumi dapat cepat merambat ke belahan bumi lain,” jelasnya.
Kondisi ini, tambah Agus, menyebabkan krisis ekonomi sekarang terjadi dalam jeda waktu yang semakin pendek. Jika biasanya butuh puluhan tahun dari satu krisis ke krisis berikutnya, maka kini hanya butuh beberapa tahun.
“Frekuensi krisis global semakin sering. Siklusnya juga memendek dalam 2 dekade terakhir ini,” tegasnya.
Kesimpulan : Integrasi ke dalam perekonomian global menyebabkan perekonomian domestik lebih terbuka terhadap risiko guncangan eksternal. Keterkaitan yang semakin kuat menyebabkan gejolak di satu belahan bumi dapat cepat merambat ke belahan bumi lain. Menyebabkan krisis ekonomi sekarang terjadi dalam jeda waktu yang semakin pendek.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar