Senin, 16 Februari 2015

Di Depan Jokowi, Agus Marto Sebut Rupiah Anjlok 25% Sejak Medio 2013 (Tulisan 5)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah sejak pertengahan 2013 sampai sekarang. Bank Indonesia (BI) mencatat depresiasi kurs mencapai 25,5%.
Hal itu dikemukakam Gubernur BI Agus Martowardojo dalam acara Banker’s Dinner di JCC, Jakarta, Kamis (20/11/2014). Acara ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Sejak Mei 2013 sampai mid November 2014, kurs telah terdepresiasi sebesar 25,5%,” kata Agus.
Menurutnya, hal ini tak lepas dari struktur perekonomian yang rapuh di tengah tekanan eksternal. Pertumbuhan ekonomi domestik pada 2014 masih mengalami tren penurunan, melanjutkan yang terjadi sejak 2013.
Di samping itu, lanjut Agus, ekspor menurun tajam akibat melemahnya permintaan dari negara-negara mitra dagang utama. Ditambah lagi dengan merosotnya harga komoditas ekspor berbasis sumber daya alam (SDA).
“Konsekuensinya, pertumbuhan ekonomi di sebagian besar provinsi yang perekonomiannya berbasis ekspor produk ekstraktif, terutama di Sumatera dan Kalimantan, juga menurun drastis,” terang Agus.
Kemudian, pelemahan rupiah juga dipicu oleh tingginya impor migas, salah satunya Bahan Bakar Minyak. Konsumsi energi tidak bisa terpenuhi dari dalam negeri sehingga masih terus mengandalkan impor
Kesimpulan : hal ini tak lepas dari struktur perekonomian yang rapuh di tengah tekanan eksternal. Pertumbuhan ekonomi domestik pada 2014 masih mengalami tren penurunan dan ekspor menurun tajam akibat melemahnya permintaan dari negara-negara mitra dagang utama. Ditambah lagi dengan merosotnya harga komoditas ekspor berbasis sumber daya alam (SDA).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar